Minggu, 30 Juli 2017

Bab 27 Argento Vampear

Terima Kasih sudah datang...


Tl : Zimsakuzai
Source : Estelion Secret Imouto / Imouto Site
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
<<  | Index | >>
*******************************************

27 - Pelindung Hutan

“Bumo~o~o~o~o! !” (Oswald)
Kapak yang kuayunkan menangkap udara kosong. Terlihat aku mengenainya dengan sempurna, namun kenyatannya aku hanya menghamburkan awan debu. Dari pada melukainya, lenganku malah yang terluka. Walau lukanya dangkal, aku masih berdarah, mengotori bumi dunia ini. (Lupa ini bukan bumi)
Kenapa seperti ini?
Tak bisa kumengerti, namun tetap kuayunkan senjataku, terus menerus, karnaku sedang bertarung. Tetapi, sebanyak apapun aku mengayunkan kapakku. Aku terus meleset. Selagi ‘serangan tak terlihat’ lawan memotong tubuhku sedikit demi sedikit sepanjang waktu.
 “Kamu terlalu lemot.... makhluk yang sangat lambat, sampai tak berhak tuk hidup.”
“Apa!?”
Suara yang bahagia dari samping telingaku, dia berada di pundak. Aku bahkan tak menyadarinya sejak awal, dan perasaan menggigil menjalari tulang punggungku. Ketika gadis di pundakku menyerang sisi wajah, aku terkejut dan melepaskan kapakku.
Serangannya terlalu cepat, tangkas dan akurat. Sesuatu yang kan membuatmu melemparkan senjatamu karna terkejut.
“’Flowering’.”
Aku bereaksi dengan cepat.
Seanganku dihindari dengan mudahnya. Ku tak mengerti. Bukan hanya itu, indra pendengaran satu telingaku hilang, menjadi rasa sakit yang amat perih.
Lawanku turun dariku, menunjukkan telinga kananku, seperti dia sedang menunjukkan daun pohon. (Tn : musuhmu kui tipe S)
“Gu, ku~tsu…!” (Oswald)
“Ah nahhh ~ ♪ Menyenangkan. Kamu masih hidup setelah terluka begitu. Jika kau mati seperti sapi biasa pasti~ kan jadi membo~osankan!” (???)
“Jangan main-main denganku.... pemburu!!” (Oswald)
Ku tak punya waktu tuk memikirkan tentang pendengaranku yang hilang.
Aku tak mengangkat senjataku, karna kusadari bahwa ayunan kapakku terlalu lambat untuk mengenainya.
Ini membuatku frustasi!
Hari ini, aku terus dikalahkan!
Aku tak bisa menyentuh Arge nee-san, dan sekarang aku tak bisa menyentuh pemburu di hadapanku.
Keduanya sangat cepat, namun jika mereka kena satu pukulan, mereka mungkin akan mati dalam satu serangan.
Tetapi, pukulan itu tak pernah terjadi.
Arge nee-san cepatnya luar biasa. Namun gadis ini, kecepatannya selincah sepert dia adalah hantu.
“Frustasikah kau? Flowering.” (???)
Sekalipun itu adalah serangan, tubuhnya hanya bergetar sedikit, dan selanjutnya.
“Apa!?” (Oswald)
Aku terluka.
Serangan tak diketahui.
Dahiku teluka dangkal, lalu aliran darah mulai menutupi mata kananku.
Sekalipun dia menggunakannya dua kali, Aku masih tak tahu serangan apa itu. Dari luka yang dihasilkan pasti tipe tebasan. Serangannya tak dalam, namun sakitnya ndak karuan, lawanku hilang dari pandanganku lagi.
“Nuu … Bu-mo !!” (Oswald)
Although I can’t see her, I thought that if I was attacked she should still be close, and I swing my arms, kick the legs around randomly. My feet are hooves, the foot itself is a mass of muscle and keratin. (ED: Same stuff fingernails and hair are made out of.)
Sekalipun aku tak melihatnya. Pastinya jika aku dilukai dia pasti masih di dekatku, dan kuayunkan lenganku, menendangkan kakiku dengan acak. Kakiku adalah kuku hewan, kaki itu sendiri terdiri dari otot dan keratin.
Sekalipun itu tahan lama, takkan bisa menahan satu serangannya.
“Menakjubkan, jika engkau mengenaiku dengan seperti itu... ‘Flowering’.” (???)
Ketika dia mengatakan kata itu. Aku kehilangan pendengaranku.
“— !!” (Oswald)
Aku bahkan tak bisa mendengar suara penderitaanku.
Serangannya mungkin lebih daripada hanya memotong telingaku, serangan yang disertai beberapa kutukan. Sesuatu yang kan menyakiti, seekor minotaur, yang harusnya tak peka akan sakit. Kutukan yang mengeluarkan rasa sakit dari beberapa kerusakan gendang telinga.
“—“ (???)
Pihak lain mengatakan sesuatu, namun aku tak mendengarnya.
Dia tersenyum dengan jahat dari sanubarinya. Nampaknya dia mengerti bahwa ku tak bisa mendengar apapun yang dia katakan. Dia tertawa dan melemparkan telinga lainku seperti sampah.
Tak ada kemarahan. Namun, sebuah ketidaksabaran.
Saat aku mati, hutan akan dijarah oleh pemburu. Dia akan mengambil semua karunia hutan dan siapapun yang harusnya menerimanya.
“—!!” (Oswald)
Kulantunkan teriakan perang, sekalipun tak bisa kudengar. Aku berteriak keras menguatkan diriku selagi berlari.
Kuragukan aku bisa bergerak cepat, namun karena aku tak mengerti bagaimana lawan bertarung, tak ada cara untuk melawannya. Pihak lain dengan jelas mempermainkanku. Berdasarkan kekuatannya, dia pasti bisa membunuhku dengan mudah.
Perbedaan kekuatannya terlalu jauh.
...Namun, aku tak bisa mundur!
Banyak yang penting dibelakangku. Hutan, yang mana keluargaku telah lindungi sejak beberapa generasi. Tempat yang kuputuskan tuk kulindungi bahkan ketika aku masih anak-anak.
Rumahku
Tempat tuk kulindungi
Yang berisi dengan cinta.
Kufikirkan suara binatang dan burung, suara angin, aliran air, cahaya mentari yang hangat, tempat hidup banyak iblis.
Aku takkan membiarkan mereka dikotori. Takkan kubiarkan mereka dihancurkan.
Ini tempat kami. Dunia dimana kami bertahan.
Minotaur selainku terlihat berotot namun kebanyakan dari mereka berkepala dingin dan tak cocok tuk bertarung. Kobold dan goblin juga terlalu lembut.
Hanya aku yang bisa bertarung. Aku harus melindungi rumahku, namun aku tak bisa melakukannya lagi.
“—“ (???)
Senyuman lawan runtuh. Sebuah serangan tak terlihat datang.
“—- !?” (Arge)
Warna perak muncul tiba-tiba di sisi penglihatanku sebelum menghempaskan serangan.
Dimana itu berasal? Tidak, bukankah aku melihatnya sebelumnya? Rambut peraknya bergoyang dan ia menolehkan matanya padaku.
“—-“ (Arge)
Bibir kecilnya bergerak.
Kutak mendengar suaranya. Namun, ku tahu yang ia katakan. Mantra yang pernah kudengar sebelumnya sekali.
Kata-kata yang kudengar pertama kali hari ini.
Dalam suara yang seperti bernyanyi, seperti dia bernyanyi bersama burung-burung.
Sekalipun aku tak mendengarnya, aku bisa mengetahui apa yang ia katakan.
 “Kau terluka.... Rasa Sakit, Sakit pergilah jauh.” (Arge)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
<<  | Index | >>
*******************************************