Kamis, 20 Juli 2017

2 - Make MY Abilities AVERAGE

Terima Kasih sudah datang...
Tl : Zimsakuzai
Source : whatevertranslation

se'Tak pikir pikir sek nak paktak jikok men rodo serius yaa...
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
<< Arcient | Index | Modern >>
 ------------------------------------------------------- 



 


2 | Reinkarnasi

“Make my Abilities average”(Adele)

“Huh…”(Dewa)

Saat aku berkata tanpa berfikir, Wajah Dewa-san terkejut.

 “Tidak....tidaktidaktidak~, Ap-Apakah kamu tahu betapa terbelakangnya dunia ini dari dunia asalmu? Disana tak aman sama sekali, ini dimana bandit-bandit serta monster berkeliaran sesukanya di dunia pedang dan sihir. Jika kamu tak punya kemampuan yang memadai, tak ada cara kau akan bertahan...” (Dewa)
 

 “Itu tak masalah, Penampilanku dan semuanya, dan dengan rata-rata lain di dunia, biarkan aku seperti mereka. Yang kumaksud itu, dengan reinkarnasi, Aku perlu seperti manusia lainnya, benar?  Jadi begitulah, wujudkan aku berkaliber setara makhluk rata-rata , ditambah dengan pengetahuan modern.... Bukankah itu sudah cukup menguntungkan?” (Adele) 

Keinginanku, takkan berubah

Dewa mengiyakan..

 “....Mengerti, Yah, ini adalah kejadian yang tak pernah aku duga. Faktanya, dunia ini berada dalam keruntuhan dari segi kependudukan. Untuk manusia yang tak punya teknologi, ini akan susah untuk bertahan.... Kurasa aku merasakan sedikit tanggung jawab dalam kebinasaanmu, selama kamu hidup, kamu bisa melakukan sesuatu yang kamu suka, *huhhh* itu bukan dunia yang buruk kau tahu? Namun, tak ada keamanan di dunia semacam itu, dan orang-orang berkata, kematian itu mudah ditemukan....” (Dewa)
.
.
.
Tunggu, dunia yang kutuju itu baik atau bukan?

Yah.... Sebagai perempuan, akihirnya akan bagus jika aku tak terlalu mencolok
Baiklah, sudah kuputuskan!

Aku diberitahu bahwa aku takkan di pindahkan dengan tubuh aslliku, tapi dengan cara dilahirkan kembali. Dewa berkata akan lebih mudah belajar dari kecil, dan selain itu, detailnya tak penting.

 “Jadi, aku akan memulai proses reincarnasi. Kamu akan lahir ke suami dan istri-yang-kan-jadi-ortu, karena pasangan tersebut diputuskan takkan memiliki anak, dan kamu akan lahir secara alami. Tambahan, aku akan membuat telur ini terpupuki istimewa hanya untukmu. Aku~, Dewa, berharap kamu hidup bahagia dan mendoakanmu... Yah berdoa kepada diriku sendiri sedikit aneh bukan?....
Jadi hiduplah dengan baik” (Dewa)

Dan sekarang, aku hanyalah  anak dari Kediaman Ascham, Adele von Ascham, seorang anak berumur 10 tahun, tetapi....

Penampilanku benar-benar salah!!!


Ugh, sekalipun memoriku kembali itu bagus, mendapat seluruh informasi ini ke dalam otak bayi ini kebanyakan! Ahh, ma’afkan aku nak, Terlihat tak berdosa dan bermain denganmu jadi mustahil sekarang.

Na-namun, aku akan mencoba dan berakting dengan giat agar seperti dirimu yang dulu, Ya!

Dua tahun lalu.

Di kediaman tanah bangsawan tetangga ada pesta yang orang tuaku akan hadiri. Ayahku berhalangan, tiba-tiba dan bermasalah dengan kondisi fisiknya pada hari keberangkatan. Pada kejadian tiba-tiba tersebut, diputuskan bahwa Kakekku yang menghadirinya. Tetapi dalam kejadian yang tak bisa dipungkiri, dia dan ibuku diserang dan dibunuh saat perjalanan pulang.

Keamanan disana bagus, tak ada kerusakan, dan disana tak ada insiden mengenai bandit disekitar sana selama bertahun-tahun. Tetapi... mengapa kemunculan mereka hanya pada waktu itu?

Dan begitulah, beberapa hari-hari setelah pemakaman kediaman viscount, seorang wanita datang dengan anak gadisnya yang berumur sama denganku. Setelah itu, Ayah, dan wanita itu menghadiri pesta, Anak gadisnya yang sekarang, namanya Prissy. Aku ditinggalkan sendiri dirumah. Sekalipun sebagian besar pelayan sudah tua, dan masakan.  
.
.
.
Beberapa waktu setelah itu, terasa kami tidak dirawat setara lagi, aku mulai dibully untuk beberapa alasan.

Setelah 3 hari, dan apa yang terlihat seperti pembersihan, Viscount dan ibu tiri, memutuskan mengrimku ke Sekolah berasrama kota imperial. Dan keberangkatan Viscount hanya menyisakan 3 hari dari sekarang. Sekalipun berakhir begini, ini masihlah kesempatan besar.

Jadi 3 hari kemudian,

Tanpa diantar oleh keluargaku sendiri

Aku menuju ke kota kerajaan, dalam kereta tingkat!
Sekalipun begitu, aku mendapatkan yang terlihat busuk, karena itu tak banyak digunakan seperti kereta tingkat utama, yang mana terlihat lebih terawat

Bawaanku juga ringan, aku punya beberapa pakaian ganti, beberapa alat tulis untuk kugunakan, dan hanya beberapa barang pribadi.

Ada juga sekolah lainnya, dimana bangsawan tingkat atas dan putri dan putra dari pedagang besar berada. Sebetulnya, saudari tiriku, Prissy, kan menghadiri sekolah tersebut, dengan menggunakan kereta mewah kediaman.

Dan dalam pada itu, aku memikirkan persoalan tak berarti karena tak ada yang bisa dilakukan dengan itu.

Akhirnya, aku tak dibutuhkan di kediaman, anak mantan istri tanpa maksud. 

Sekalipun Prissy disana, dia tak bisa menjadi pemimpin kediaman, karena tak berhubungan darah, hanya opsi tersedia adalah melahirkan putra, dan Prissy akan menikah dengan kediaman lain.

Faktanya, karena izin masukku, yang dipanggil orang tua melarangku menggunakan nama kediaman Ascham.

Hmph.

Sepertinya, julukan putri pertama jadi milik Prissy.
.
.
.
.
Beberapa kali aku ingin tahu....

Jika saja mereka merawatku lebih lama lagi...

Dan begitulah, aku akan banyak belajar tentang dunia ini alam 3 tahun, jadi aku tersilaukan tentang kelulusanku. Sekalipun jika aku kembali ke teritori Viscount, aku mungkin akan dijual atas nama ‘pernikahan yang menyenangkan’. Namun, mimpiku tak hanya sampai sana, dan menyimpan uang dengan pengetahuan yang aku tinggalkan. Ini tujuan dalam kehidupan sekolahku.

Tetapi Kenapa aku dilahirkan di kediaman bangsawan, Aku, Telah meminta Dewa untuk membuatku semuanya rata-rata....Aku....TUNGGU SEBENTAR?!

Dari Atas : Royal Family > Duke > Marquis > Earl > Viscount

Dari bawah : Budak > Penduduk > Chevalier > Baron > Viscount
.
.
.
.
Lima dari bawah. Lima dari atas. Benar... tepat di tengah.

Aku yakin beda! Kenapa menggunakan distribusi tingkat, harusnya distribusi warga!

Ini jauh dari nilai rata-rata, tidak sekalipun median. Median itu pusat dari semua komponen, tak perlu pusat dari grup.

Itu bisa rerata itu rerata, dan median, harusnya menjadi mode orang biasa, oleh metode keputusan yang berbeda.

Uwaa, Aku lelah hanya memikirkan apa yang baru kusadari, jadi aku hanya melanjutkan mengukir boneka kayuku yang kumulai dari hari kedua. Kerajinan dari kehidupan lamaku yang mudah dibuat.

Kemampuan pisauku sangat bagus, aku bisa memotong kayu ini seperti mentega! Sekalipun begitu, kelihatannya kayu ini kualitas atas, namun ‘figur’ku bisa jadi kesenangan baru, di dunia ini, karena ini buatan tangan.
.
.
.
.
…..Ouch!


---------------------------------------------------------------------------------------------------------
<< Arcient | Index | Modern >>
 ------------------------------------------------------- 
Don't Mind indexnya kan segera ku buat yaa....