Sabtu, 08 Juli 2017

Bab 21 Arge

Terima Kasih sudah datang...
Tl : Zimsakuzai
Source : Imouto site
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
 -------------------------------------------------------





21 – Vampir Bermimpi


Kesadaran tipis. Dunia tipis.
 
Seperti terkubur dalam sofa katun besar, kurasa.
 
Sekarang aku dalam tidur ringan. Waktu ketika aku menyadari bahwa aku tertidur, namun aku tak bisa bergerak. Disamping itu, aku tak ingin bergerak.
 
Aku akan bermimpi dengan kesadaran. Merasakan ini mimpi, kamu bisa tetap terlelap.
 
Suara yang membuat kangen. Waktu yang membuat rindu. Merendam kelembutan hati. Dunia yang membuatmu membenamkan diri.
.
.
.
Dia menerima bahwa aku tak melakukan apapun.
 
Aku tak punya apapun. Sebab, orang selain aku itu hebat.
 
Memang semua orang itu hebat. Dia tak masalah jika aku tak melakukan apapun.
 
Aku juga hebat seperti yang lain, namun itu terlalu kecil di dunia dimana aku dilahirkan, sesuatu yang tak perlu diperkarakan.
 
“Anak itu tak boleh keluar, karena akan memalukan nama keluarga kita, sekalipun dia juga punya gen hebat seperti semua orang, sungguh kenapa anak ini dilahirkan.”
 
Seseorang mengatakannya. Siapa dia, Ibu? Atau dia, Ayah? Aku terus tertidur, karena semua orang membiarkanku begitu, karena aku diberitahukan untuk begitu.

Kamu tak perlu melakukan apapun.
 
Kamu tak perlu kemanapun.
 
Jadi ~ jangan muncul dihadapan siapapun.
 
Setiap orang dewasa mengatakan itu.
 
Tubuhku yang tidak terkena sinar matahari putih dan pucat, persis seperti gadis vampir. (TL : Loli-baba juga mengiramu begitu)

Aku terus tertidur di dunia. Terkadang bangun dan membaca buku, atau mencoba memasak, atau mencoba apa yang bisa kulakukan tanpa keluar.
 
Adakalanya para ‘orang hebat’ yang datang untuk melihatku menilaiku dengan dua pandangan.
 
Mengejek dan Kasihan
 
Diantara mereka, ada anak dengan mata yang sangat merasa kasihan. Dia terkadang melihatku dengan mata basah dari sisi jeruji besi. Dia pasti sangat merasa sedih untukku sampai dimana dia tidak menanggungnya, Kufikir akan mudah jika aku menerima ejekan malah.
 
“Tak apa, tak apa. Nasinya sudah siap dan kamu bisa membuatnya sendiri bila kamu ingin.... Kamu juga bisa meminta makanan ringan, jadi jangan menangis, 
Ah, oh, ya, Aku akhir-akhir ini belajar variasi suara tanpa mengubah ekspresi wajah.”
 
Aku memberitahunya dibalik jeruji besi, ke seorang anak yang akan menangis. Sebetulnya aku selalu tertidur jadi tak ingat banyak. Kufikir begitu ceritanya.
 
Waktu bahagia. Tak ada siapapun yang mengganggu tidurku.
 
Aku puas di dunia itu, Untuk suatu alasan, Aku dipaksa lahir kembali di dunia lain.
 
Akhirnya jadi sungguh susah. Bekat itu, aku harus mencari objek parasit lagi.
Ini menjadi kesempatan untuk menggunakan kemampuan rumahan yang kuingat dalam waktu sekarang sampai aku menemukan seseorang yang memberiku tiga kali makan ditambah makanan ringan serta membiarkanku tidur kapan saja.
 
Sekalipun aku tidak termotivasi, sekalipun aku telah dibuat terkejut karena lahir kembali. Aku lebih suka jika kamu memberikannya ke orang yang serius.
 
Pasti banyak orang yang lebih baik dariku.
 
Pasti disuatu tempat ada banyak orang yang lebih tergoda dibandingkan diriku.
 
“N, ni ~yu…”

Tubuhku bergerak dengan tangkas. Perkataan tak berarti telah keluar dari mulutku.
 
Waktu tidur ringan telah habis dan aku harus segera bangun.
.
.... sungguh bermasalah...
 
Kuharap aku bisa terus terlelap.
 
Selagi berfikir begitu, kesadaranku kembali dengan naik-turun.
 
Ini menyebalkan sekalipun aku memaksa diriku untuk sadar, jadi aku meninggalkan perasaan tersebut.
.
.
.
Oh.
.
.
.
.
Aku ingin tahu bila seseorang ingin merawatku.



---------------------------------------------------------------------------------------------------------
 -------------------------------------------------------