Kamis, 07 September 2017

Arge Chapter 35

Terima Kasih sudah datang...



Tl : Zimsakuzai
Source : Estelion Secret Imouto / Imouto Site


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
<< | Index | >>
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


35 – Api Keputusan (Salah Paham)


 “... itu sedikit mengejutkan.” (Arge)

Flame resistance 10, Magic resistance 10.

Untukku, sihir api hanya memberikan sedikit kerusakan, bahkan walau mengejutkanku. Kurasakan hanya panas tak nyaman dari angin musim panas yang lewat.

Karena terasa panas, bahkan dengan dua skill toleransi maksimum, sihir ini pasti berkekuatan tinggi, namun... apa yang kau rencanakan hah?

“Kamu bak-baik saja, Argento!” (Neguseo)

“Neguseo, menjauhlah sebentar.” (Arge)

“yah ... apa kau yakin?” (Neguseo)

“Tidakkah kau tahu kemampuanku?” (Arge)

“... Aku mengerti.” (Neguseo)
Neguseo berbalik dan kabur. 

Kami bisa melihat kemampuan satu sama lain berkat Kontrak darah. Jka Neguseo terkena api itu, dia pasti akan menjadi onggokan daging berwarna merah cherry dalam sekejap mata.

Ah, dia berlari lebih cepat.

Ada perbedaan akselerasi dan kecepatan dengan ketika aku mengejarnya dulu.

Tengkuk berbulu serupa kasur pergi sejauh mata mamandang.

Kecepatan maksimalnya, aku bakal saja tertinggal bila dia serius. Khawatirkan nanti bila dia menantangku balapan lagi.

 “Muu.... .... apakah pakaianku terbakar?” (Arge)

Pakaian yang kuterima dari Zeno jadi abu.

Pakaian bukanlah benda yang kudapatkan di hutan. Memang ada pakaian, namun tak ada pakaian untuk anak-anak sepertiku. 

Memang wajar, itu normal. Pemburu biasa takkan membawa anak-anak dengan mereka, jadi selain alat, mereka hanya punya barang harian mereka. Jadi bahkan aku memiliki tungku dan panci, aku tak menemukan pakaian anak-anak.

“Jadi, aku telanjang lagi... yah, tolong keluarlah.” (Arge)

Apakah kau bahkan menyerang selimut? Aku akan coba tak memikirkannya sekarang.

Datang dari arah aku teriakkan, beberapa meter dariku, abu tertiup, hembusan angin dengan lembut mengenai pipiku, menyengat kulitku.

Di tengah angin itu ada seorang gadis.

Hal pertama yang kuperhatikan adalah telinganya. Ketika aku mengamatinya dengan cermat, kulihat itu adalah telinga hewan, dengan corak emas campur teh, mengingatkanku akan serigala. Dari sini, aku melihat rambut panjang berbulu dengan warna campuran yang sama.

Ketika pandanganku menurun, aku bisa melihat mata kuning besar dengan pupil berbentuk vertikal, mirip kucing. Namun karna mata serigala berbentuk seperti mata kucing, bahkan bisa salah kira anjing, Kukira serigalalah yang benar. Aku tak bisa melihat pantatnya karna kami saling menghadap, namun dapat kupastikan ada dua ekor serigala panjang.
“... gadis serigala loli?” (Arge)

Dari perawakannya, dia monster(Kuzai : Kitsune?) berekor dua. Makhluk seperti manusia dengan ekor serigala dan banyak ekor.

Memperhatikan ciri-cirinya, selain bagian serigala, umurnya sekitar sama atau kurang dariku. Daripada disebut gadis, loli bakal lebih cocok dengannya?

Memperhatikan pakaiannya, lehernya ditutup dengan ban leher besi. (Kuzai : Ban leher/kalung/choker/collar) 

Walau tak ada rantai di ban lehernya, mengerikan meletakkannya di tubuh kecilnya. Daripada aksesoris, jelas itu digunakan untuk menahan dia. Dia mengenakan pakaian khas jepang, sebuah Kimono, dengan beberapa bagian hilang, kebanyakan di sekitar lengan. Kimono pendek yang menutup, tipis dan sehat, kaki ganjil untuk anak, yang menunjukkan pahanya

Bentuknya memberikan kesan budak, aku bisa mengira bahwa dia dirawat dengan buruk.

Mungkin ia bersembunyi di abu, untuk menyambut kedatangan kami. 

Walau gaunnya rusak, kotoran sepertinya telah diterbangkan dengan sihir angin, jadi bisa kusebut bahwa kulit dan rambutnya sangat cantik. Yang mana membuat noda yang tersisa menyolok mata.

 “...Tak tak pernah mendengar iblis sekuat ini.”

Suara memantulnya cocok dengan bentuk badan imutnya, suara bernada tinggi. 

Kelihatannya dia salah paham. Sesuai yang Oswald-kun katakan vampir adalah demi-human, yang mana beda dari Iblis.

“Karna aku bukan iblis?” (Arge)

 “Ma’af... aku tak percaya kau... ini perintah, jadi...!!”
.
.
... Kenapa akhir-akhir ini semua orang menolak berbincang??.

Oswald-kun, lalu Chrome, dan sekarang serigala loli didepanku. Tren yang mrip telah berkelanjutan tiga kali beruturut-turut, dan dihadapannya aku adalah monster menakutkan. Dia menunjuk langit dengan jari telunjuknya; pada waktu yang sama sesuatu tersiram pada pipiku.

“Eh, apakah ini kekuatan sihir?” (Arge)

Ini ketiga kalinya aku merasakan perasaan ini.

Jika kau merasakan kekuatan bersih terus-menerus dalam waktu dekat, kamu kan mengeri itu. Sihir Chrome adalah kekuatan sihir dengan jenis yang berbeda. Jadi aku bisa merasakan, cukup banyak, bagaimana sihir itu digunakan.

Kekuatan sihir terkonsentrasi pada jari telunjuknya mengeluarkan sinar merah. Selagi itu terlihat hangat, itu adalah hal yang mudah; aku mendapat gambaran bahwa itu bisa membuat area ini jadi abu lagi.

 “Sebelumnya, aku hanya menggunakan sedikit kekuatan, aku akan menyerang dengan serius sekarang!”

“Ha, begitukah?” (Arge)

“Serigala Api – Hōsenka !”  (狐火鳳仙火: Kitsunebi – Hōsenka)

Aku mendengar kalimah ‘Serigala-api’ dia sungguh memberikan kesan ‘ah, dia memang serigala’

Bola api menyebar pada jari telunjuknya. Pada ukuran kepala orang dewasa, dia melepaskannya padaku. Api terbagi menjadi beberapa bagian sebelum mencapaiku, mirip dengan bijih kecil; bijih api seperti hujan terbang kearahku.

“Wow, ini panas!” (Arge)

Selagi api menyentuh kulitku dengan besar dihilangkan dengan toleransiku, aku masih menerima beberapa serangan. Aku merasa seperti minyak panas dari wajan di lumurkan ke kulitku.

Aku sedikit menyusut. Sihir ini memang cukup kuat.

“Ini panas... apa yang kau lakukan?” (Arge)

“Eee!”

“Apa yang kan kau lakukan bila kau membakarku? Itu menyakitkan.” (Arge)

“Ah, a…. Ma-Ma’af?”  (Yes, good loli, you know to apologize)

 “Ya, kuma’afkan kau karna kau meminta ma’af.” (Arge)

“Ah, matur suwun Gusti, aku senang... tunggu, kenapa aku harus meminta ma’af?” (because you are good girl at heart, you just don’t get teaching properly, so you don’t know our MC isn’t a monster)

“Bukankah wajar bila meminta ma’af bila kamu salah?” (Arge)

“ya tentu saja aku paham hal kayak gitu... Oh geezz! ‘Beast Division, Tunas’.”

Dua ekornya bergelak seperti gelombang; lalu setelahnya, satu ekor bepisah darinya. Ekor yang berpisah seperi ekor kadal, bentuknya berubah drastis.

Pertama itu mengombak, tubuh berkembang, lalu pakaian dan kalung terbentuk. Dalam beberapa detik, ekornya menjadi duplikat darinya.

Dua orang yang sungguh mirip baik dalam rasa dan penampakan. Mereka mengayunkan satu ekor mereka yang sama panjang satu sama lain dan bergandengan tangan kearahku. Pergerakan mereka sangat sinkron.

 “Kau jadi kembar-chan.” (Arge)

 “Sekarang, aku akan melayanimu dengan dua kali kekuatan sihir!”

“Bisakah kau berhenti ketika kau puas?” (Arge)

“Dua Sabit Angin Puyuh!”  (ふたえかまいたち: Futa e Kamaitachi!)

Atmosfir dan pemandangan berubah. Sihirnya memotong sekitar dan dengan sekejab mengubahnya menjadi arang, Pisau-angin-pembakar-kembar menuju diriku bisa dengan visual diamati.

Karna aku tak memiliki toleransi akan atribut angin, akan sakit bila terkena pisau itu. Aku tak ingin sakit, jadi aku akan memasang sedikit pertahanan.

“Tolong, Angin-san.” (Arge)

Aku menunjuk jariku ke gadis kembar yang saling berpegang tangan. Lalu mengucapkan kalimah.

Angin yang aku buat tak memiliki sisi potong kayak mereka. Jika angin mereka pisau, anginku seperti hembusan angin yang kuat.

Namun, angin memiliki sifat yang sama. Pisau terbang dengan jelas menerima pengaruh sihirku, dan ketika mengenai tubuhku.

 “... sedikit terasa gatal.”

Semua yang kurasakan adalah rasa sakit tumpul, seperti ketika kau mencambuk tubuhmu dengan handuk yang buruk. Walau tak nyaman, tak begitu menyakitkan, berbeda dengan yang kuterima dari Hōsenka mereka.

Dua serigala membuka mulut kecil mereka dengan ‘pokān face’ seperti mereka sedang melihat UFO. Walau aku tak tahu jika UFO akan muncul di dunia ini.

“”Kenapa kamu tak terluka...?!”” Mereka berteriak bersamaan.

“Karna, aku punya ketahanan sihir yang tinggi.. Apa kau puas?” (Arge)

“...Bukankah kamu iblis?”

“Aku bukan iblis.” (Arge)

“”Namun tak ada siapapun yang bisa begitu tenang setelah menerima sihirku secara langsung!””

“Bukan, aku bukan manusia, namun aku bukan iblis ... “(Arge)

“”... Apa yang kau maksud?””

“Aku demi-human kayak kamu, Aku Argento Vampear, seorang vampir. Senang bertemu denganmu, Kalung tanpa cawat” (Arge)
 “”Kalung tanpa cawat!!””

“Apakah Tanpa cawat berkalung lebih cocok?” (Arge)

“”Setidaknya, buang bagian tanpa cawatnya!”” (Kuzai : Kau malu tanpa cawat? Musuhmu kuwi lho mok bakar klambine isih pd)

Bukan, karna aku melihatnya ketika kugunakan sihir angin.

Yah, aku tak ingin mendengarkan cerita orang lain. Namun gadis serigala, bisakah kau dengar ceritaku.


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
<< | Index | >>
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||