Kamis, 07 September 2017

Arge Chapter 36

Terima Kasih sudah datang...


Tl : Zimsakuzai
Source : Estelion Secret Imouto / Imouto Site


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
<< | Index | >>
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


36 – Balasan Serigala

 “Aku minta ma’af karna menyerangmu...”

“Tidak-tidak, tak masalah, selama kau merasa bersalah.”

Gadis serigala dengan dalam menundukkan kepalanya. Jadi aku menyadari diriku sedang menenangkannya, berkata ‘tak apa’ selagi mengamati rumahnya.

Atau... kandang?

Setelah pertarungan kami, dia membawaku ke ruangan yang menyedihkan. Bangunan kayu yang tak rampung, atau didekorasi dengan kasur dan kebutuhan harian. Tak ada yang bisa disebut perabotan di rumah ini. Walau, aku bilang tak ada apapun, aku hanya bisa menunjuk gundukan jerami di sudut untuk istirahat. Tambah mengenaskannya, ada lubang di atap dan dinding, membuat rumah ini tak bisa melindungi siapapun dari hujan dan angin.

Jauh dari kandang, ini mirip dengan ruang penyimpanan makanan kuda yang hancur; bangunan yang strukturnya sudah lama hancur. Tak ada rumah pribadi disekitar, jadi ku merasa bahwa dia hidup kesepian di tempat ini.

Membahas soal kuda, aku bergerak terpisah dengan Neguseo sekarang. Karna kami memiliki Kontrak Darah, jika aku butuh dia aku bisa langsung memintanya untuk datang. Kami bertindak secara terpisah karna tak ada ruang yang pas untuknya.

Selagi terus berfikir, aku masih menghadapi loli serigala yang meminta-ma’af; yang akhirnya dia mengangkat kepalanya.

 “Namaku Kuzuha.”

“Lalu kau kupanggil Kuzuha-chan. Dan kamu bisa memanggilku Arge”

“Aku mengerti...tentang itu...uhm...aku ingin memberikan Arge-san sesuatu, sebagai permintaan ma’af...jika mungkin. Aku ingin melakukan sesuatu atau memberi sesuatu, dari pada hanya meminta ma’af, namun... Ugh, jika ada sesuatu yang bisa kulakukan, aku akan mencobanya, sejauh yang kubisa.”

“Hm, begitukan?”

Kelihatannya, Kuzuha-chan sangat miskin; pakaiannya compang-camping dan rumahnya berada di bangunan hancur. Dia sendiri mengatakan ‘sejauh yang aku bisa’ jadi aku tak banyak berharap.

...Aku lebih baik tak dirawat oleh loli.

Lebih baik, sebagai orang dewasa, aku tak mengira bakal wajar untuk meminta apapun dari anak kecil. Anak-anak adalah keberadaan yang harus dilindungi. Walau nadanya tenang dan dia bukan manusia, walau aku tak yakin akan umurnya...

Walau aku tak bisa mengira umur pastinya, dia kelihatan seperti anak kecil, tindakanya masih belum dewasa sampai aku hanya bisa melihatnya sebagai pribadi yang sangat muda. Karna aku hanya bisa mengamati dari penampilan, dan atmosfirnya, dimataku dia hanyalah loli, membuatnya tak bisa jadi target parasit.

Loli-baba juga bersuara loli, namun dia kelihatannya keberadaan mirip Tuhan berumur panjang, jadi dia adalah kandidat parasit. Orang itu, tidak... mungkin aku harus memanggilnya Dewi? Namun dia hanyalah pilihan, Aku penasaran apakah dia akan menerimanya, dan merawatku seumur hidup.

Kukira, jika ada sesuatu yang kuinginkan, itu pakaian. Namun diberi pakaian rusak Kuzuha, ditambah gaya tanpa cawat.
.
.
.

Bagaimana bisa aku bisa mengaharapkan pakaian darinya, bahkan ketika dia tak memiliki pakaian untuk dirinya sendiri? Ini menyusahkan.

Karna serangan itu, aku menutup diriku dengan selimut tipis, namun aku juga ingin menghindari orang lain agar tak disangka orang cabul.

“Untuk sekarang, apa yang kuinginkan...pakaian?”

“Yah... aku minta ma’af...”

Ya, aku tahu, itu permintaan mustahil...

Namun berfikir kembali, kenapa dia tinggal seperti ini? Aku ingin menanyainya, namun karna cerita panjang itu melelahkan. Aku pasti akan tidur di pertengahan. Jadi, aku lebih baik tidak bertanya sejak awal. Oh kelihatannya dia ingin menjelaskannya.

“Sebetulnya, aku kemari karna perintah...jika aku dapat hadiah darinya, kufikir aku bisa sedikit membalasmu...”

Kuzuha-chan kelihatannya bersedih ketika mengucapkan hal itu, ekornya turun. Aku tak ingin anak kecil sedih, aku perlu mendengar ceritanya. Aku harus berhati-hati agar tak tidur.

 “Ibuku tercinta bekerjasama dengan penguasa.”

“..Bekerja sama?”

“Ya, dia meminta bantuan ibuku tercinta, dia berjanji bahwa dengan bantuannya, dia akan bisa menciptakan sesuatu yang cukup kuat untuk melindungi kerajaan.. Karna dia Kitsune lembut dan berpatriot, dia setuju.”

“Hmmm... lalu, apa yang kepala sebenarnya lakukan?”

“Kudengar mereka menelti senjata yang bisa mengakhiri perang dengan kekaisaran dan kerajaan, Tanah ini telah hancur berkat perang antara kekaisaran dan kerajaan yang mana juga mempengaruhi kami Ras Beast. Ibunda bekerja keras karnanya.”

“A..a… fuu~”

“Arge-san?”

“Tidak, tidak, tak apa.”

Aku tak bisa memungkirinya, karna ceritanya panjang, aku jadi lelah dan menguap. Aku mengantuk, namun walau lelah, aku tahu bahwa dia telah ditipu.

...Ibundanya merawat anaknya seperti ini?

Membuatnya hidup di kandang hancur, memakai pakaian rusak, lalu memakaikan ban leher. Dia mungkin tak menyadari bahwa dia ditipu. Kuzuha-chan, kau bodoh... Tidak, terlalu awal untuk menilai, aku tak tahu apa yang difikirkan orang tuanya.

Aku penasaran apakah tak apa mencampuri, menganggu perang antar negara, atau begitulah, kelihatannya sedikit...

Cerita Kuzuha terus berlanjut, dan kuputuskan untuk memperhatikan. Kesimpulannya, “Ibundanya bekerja keras untuk kebaikan kami”, cerita sederhana yang tak diingatnya secara detail.

“...Itulah mengapa aku tak bisa pergi dari sini, jadi aku tak punya sesuatu untuk diberikan, kuharap aku bisa melakukan sesuatu untukmu...”

“Tidak, tidak, kau tak perlu khawatir.”

Dia hanya anak kecil, jadi bukan target parasit, ditambah lagi, dia memiliki masalahnya sendiri. Jadi aku tak bisa meminta apapun dan aku tak bisa mengharapkannya tuk melakukan apapun untuk meminta ma’af, namun dia sangat merasa bersalah.

Kelihatannya dia takkan mema’afkan dirinya sampai aku mendapat sesuatu darinya. Aku penasaran bila ada sesuatu.

“… Ah”

Itu dia...

Permintaan ma’af yang sempurna, berada disampingku. Terinspirasi, aku menunjukkan ideku, membuatnya menyadarinya. Bingung melihat jariku mengikuti apa yang aku tunjuk.

 “Jerami, kelihatannya sungguh nyaman, biarkan aku tidur siang disana? Jika kau ingin terma’afkan, aku ingin tidur siang dengan nyaman.” Kataku.

“Eee!”

“Ada yang salah?”

“Yah, hanya mengapa? Kau yakin?”

“Apakah ada yang salah?”

“Yah, tak masalah... namun...”

“Lalu, selamat malam.”

Karna aku mendapatkan persetujuannya, Kuputuskan terbaring tanpa ragu. Karna aku telanjang, jerami menusuk kulitku, jadi aku menarik selimut dari Kantong darahku dan berbaring, menutup diriku dengan itu. Yaah, ini berbulu, jadi tak buruk.

“Uhm… Arge-san?”

Aku bisa mendengarnya mengatakan sesuatu, namun karna sudah kudapatkan persetujuannya. Aku putuskan untuk tidur.

Ah... benar, aku harus memberi tahu Neguseo, jadi kufikir ‘Aku tidur siang, waktu itu, lakukan apapun yang kau mau’ Dan lalu mengirimkan pesan itu. Oleh karna itu aku tak perlu khawatir tentang apapun lagi.

Selamat malam.


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
<< | Index | >>
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Zukai : Lama tak jumpa........ aku kembali setidaknya kan ngasih beberapa update...
Walau updatenya random sih...