Jumat, 04 Agustus 2017

Bab 30 Argento Vampear

Terima Kasih sudah datang...


Tl : Zimsakuzai
Source : Estelion Secret Imouto / Imouto Site
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
<< | Index | >>
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


30 – Cerita Waktu Pertama Kalinya Vampir

 “Permisi”

Dengan lembut menatap lehernya, Chrome-san gugup, namun dia tak membuiarkan dirinya mundur.

Dia memiliki aroma ‘darah tua’ bercampur dengan aroma darahnya.
Namun ketika aku mulai mendekat, Kurasakan bau manis khas gadis dan bau manis dari darah segar.

“… Aaa… nn”

Dengan lembut ku tancapkan taringku pada kulit, lanjut secara pelan menghisapnya. Nafasnya membuat suara ‘mu’ menuju pendengaranku.

Seperti yang diduga, setelah telah melewati ketahanan kulit halus itu, bau manis dari darah mulai mengalir lebih kuat.

Sekalipun tak ada imbas, aku tak bisa merhenti minum jika kurasakan aroma selezat ini. Sebab karena aku menjadi makhluk yang memerlukan ini.

Aku menempatkan tanganku pada leher dan pinggulnya jadi aku bisa dengan erat memegangnya.

Jangan biarkan dia kabur.

Jangan lari lagi.

“N, n ~tsu”
Merasakan aliran darah, inti gigi taring menjadi tebal, membuat mulut terasa hangat.

Merasakan resonasi di syaraf seperti yang terasa pada gigi yang busuk, namun tak ada yang sakit. Malah terasa enak, Kurasakan kegembiraanan yang manis.

“Chi …yu~tsu, ku~tsu, n…… ku……”

Ku isap dan teguk darah yang meluap, namun dia juga bisa merasakan isapan di kulitnya dengan baik.

Aku merangsang luka dengan lidah, berharap darah akan keluar lebih cepat.

Menghisap darah segar yang mengalir sperti ini. Aku memperhatikan agar tidak banyak yang jatuh.

Blood Reading aktif secara otomatis, namun informasi yang datang ke kepalaku itu menyebalkan. Yang kuinginkan hanyalah mencicipi darah ini, suhunya lebih. Kubaca hanya informasi status dan segera mencegatnya.

“Fu ya, a, ~a…”

Suara yang sangat imut, berbeda dari normal Chrome sampai sekarang, suara yang samar. Dari tubuhnya sampai lengannya, Bisa kurasakan kekuatannya memudar.

Ku tahan pinggangnya untuk menyangga berat badannya, selagi aku melanjutkan menghisap darah.

“Janga~an… , ni ~i…… ini~i… ~e…… fu ~a, hi~tsu……”

“N, fu~tsu……ji ~yuru~tsu…… wa mu~tsu”

“Hi gu~u ~tsu! ?”

“A ha~tsu… leza~~t…♪ wa pu~tsu, n, chi ~yu~u~u~u…♪”

“Fu ~e, ~a…… hi ~a~a~a~a”

Mendorong taring lebih dan lebih dalam lagi, meluaskan lubang terbuka sedikit demi sedikit. Lalu rasa dari darah baru akan menyebar memalui mulut, dan aku tak bisa menahannya.

Walaupun ia mengeluarkan suara merintih, aku dengan rakus melanjutkan menghisap darah beberapa saat, namun ketika kekuatan Chrome-san menghilang. Tubuhnya dengan ringan bergetar berkali-kali, dan mulutnya mengeluarkan suara tak bermakna.

Oh, Kurasa aku telah menghisap terlalu banyak.

Aku kehilangan pandangan diriku untuk sejenak.

Akan menyesalkan membunuhnya jika aku terus menghisap seperti ini, jadi aku mengeluarkan taringku segera setelahku menyadarinya.

“ N, tercinta… kebahagiaan…hubungan , hon e hi e”

Selagi menjilat darah yang merembes, aku gunakan sihir penyembuh. Menyembuhkan luka yang aku buat dengan taringku dengan cermat.

... Tanda, akan buruk bila kutinggalkan tanda padanya.

Itu juga hal mencolok yang penting bagi gadis. Aku harus melakukannya dengan rapi.

Aku juga meningkatkan kecepatan produksi darah, jadi dia akan baik-baik saja.

Jangan jilat darahnya lagi atau aku bakal kehilangan fikiranku lagi. Aku coba menatapnya dengan lemah lembut, namun ku merasa bersalah, jadi aku berhenti.

“Kamu sehat? Mungkin aku sedikit terlalu berlebihan, ma’af.”

“ Fu ~e, a, wa ~u”

Aku menangkap di lehernya sampai beberapa waktu, jadi aku tak bisa melihat wajahnya Chrome-san. Sekarang aku berhenti menghisap darah, jadi aku bisa melihat wajahnya.

Chrome-san pipinya berwarna merah, dan membuka mulutnya ditengah jalan. Matanya basah, dan dia menatap jauh entah kemana.

Dia sepertinya sedikit malu namun.... Kukira aku menghisap terlalu banyak.

 “.... Chrome-san, kamu OK?”

“ Fu ~e, lagi … fu ~e…… ha~tsu ! ? Wa, menjauhlah!”

“Hi nya ~tsu”

Dia tiba-tiba mendorongku menjahuinya.

Aku tak sehati-hati seperti ketika bertarung, jadi aku tak bisa bereaksi dan terjatuh. Aku jatuh dengan pantat dan mengeluarkan teriakan imut.

 “Itata.... Apa yang kau lakukan?”

“U, ū ūrussai!! Kau, kau......!!”

“Namaku...? Aku Argento Vampear.”

“Aku tak melupakannya, apa itu...., apa yang kau lakukan barusan...? Uuuuuuu!!!!”

Chrome-san merangkak ditanah. Tak banyak orang melakukannya di kenyataan, itu fondasi yang indah.

Chrome-san membuat pipinya merah seperti udang rebus. Sepertinya pertumbuhan darah bekerja dengan baik.

“Vampear … !!”

“Arge tak apa, ya kan?”

“Vampear!!”

Sepertinya dia ingin memanggilku dengan cara tidak langsung, Aku memeberitahunya dua kali.

Itu adalah kata yang kufikirkan bahwa nama yang pendek itu lebih mudah dipanggil karena tidak terlalu mementingkan nama, jadi tak ada alasan untuk berhenti bila diia benar-benar ingin memanggil itu dengan sempurna. Kuputuskan tak mengatakan apapun lagi.

Mata Amber Chrome sekarang beggitu kuat, aku tak pernah melihat dia seperti itu sejak sebelum kami bertemu. Dia membelalak padaku dengan matanya yang membuatku merasa takut, setelah menunjuk padaku, dia berkata.

“Kan kubunuh kau.... kau, kau lakukan hal seperti itu padaku....!”

“Uh........ hal seperti itu?”

Aku tak begitu mengerti, namun dia kelihatannya sangat marah.
 
Mungkin dia marah karna aku menghisap terlalu banyak darah. Walaupun aku berhenti, akhirnya aku pasti akan membunuhnya.
 
Untuk kehilangan darah terlalu banyak akan berujung maut. Tak bisa dipungkiri bila dia takut atau marah.

“Yah, ma’af, aku mengambil sedikit terlalu banyak”

“Sedikit? Apakah kau juga melakukannya dengan orang lain, cara itu....!”


“Cara itu?”
 
“Ga..... gadis ini......... ..... Takkan kuma’afkan kau.... Aku tak bisa menghukum penghinaan ini, takkan kuma’afkan kau menjadi lebih cepat dariku.”

Mata amber Chrome sedikit bersinar.

Kufikir dia berencana bertarung lagi, namun bukan begitu. Dia melompat dan mendarat di cabang pohon terdekat. Menakjubkan. Aku juga sering melompat menuju ketinggian itu.

“Ingat ini! Jangan pikir kau telah menang!”

Chrome-san menghilang menuju kedalaman hutan, bersamaan dengan teriakan yang akan didengar sampai sekitar setengah populasi didunia

Aku tak tahu mengapa dia marah.... tuk sekarang. Kurasa dia berencara keluar dari hutan.

Setelah kurasakan aroma darahnya menjauh. Aku coba mengecek statusnya dulu. Kami akan bertemu lagi, dan aku tak apa mengingat info-nya.

Nama  : Chrome Crime
Ras                 : Manusia
Body ability    : Kecepatan berat

Skills
 
Visual enhancement             1
Auditory enhancement         1
Hidden                                   2
Magical Sword                      8
Wind magic                           4
Dark Magic                            3
Wind resistance                    6
Darkness tolerance              8
Curse resistance                   8
Poison resistance                 6

Contract Magic (Artifact)
Blur Soundless child

Yang mengejutkanku bahwa skill tertingginya berada pada level 8. Walaupun itu termasuk toleransi, itu benar benar ada 3. Sekalipun Felnote-san yang merupakan wakil-kapten hanya memiliki skill level tertingginya pada level 6.

Aku juga tahu dan memanggil dirinya “Angin Terkutuk”, dan dia pasti terkenal.

.... Sihir (Artifak), Apa itu?

Jika digambarkan berdasarkan kalimat, itu adalah item magis.

Aku harusnya telah mengetahuinya. Itu gelang yang ia pakai di kedua tangan.

Mungkin pisau angin dan kutukan yang dia pakai disebabkan oleh faktor yang berbeda.

Dan dia adalah Anak Kabur Tanpa Suara, akan bagus untuk menafsirkan seperti mencabut pendengaran. Kurasa itu kutukan dari
Sihir Kontrak (Artifak), mereka disebabkan oleh itu.

“.... Yah, terserah?”

Sekalipun aku ingin tahu lebih banyak, dia telah pergi.

Yah, ketika dia pergi, dia mengatakan kata-kata itu. Jadi kita kan bertemu lagi, dan jika aku ingat, aku dapat bertanya padanya saat waktunya. Aku juga tak tahu cara mencari gadis misterius sepertinya.

Aku melakukan apa yang ingin kulakukan, jadi kuputuskan tuk anggap enteng.

Di waktu ini, Oswald-kun dan Neguseo-san akan datang kemari. Kurasakan bahwa mereka dengan nyaman berjalan dengan tempo rendah, jadi aku akan tidur siang dan menunggu mereka.


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
<< | Index | >>
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||