Senin, 07 Agustus 2017

7 - I Said Make My Ailities Average

Terima Kasih sudah datang...



Tl : Zimsakuzai
Source : Raising The Dead


UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
<< | IndeX | >>
*******************************************




7 – Kelas A


Hari setelah ujian pembagian adalah hari yang paling ditunggu Adele karna ketika itulah perlengkapan sekolah dibagikan.

Sebenarnya, yang sangat ia inginkan, bukan perlengkapan sekolahnya, melainkan seragam yang akan dibagikan dalam waktu yang sama.

Empat seragam sekolah dan empat set pakaian praktik, masing masing dua untuk musim panas dan dingin, termasuk masing-masing sepatu, kaus kaki, dll.

Dengan ini dia bisa memakai dari pada pakaiannya sekarang.

Setidaknya, tidak akan aneh sekalipun dia memakai seragamnya setiap hari.

Tambahan, dia bisa mendapatkan gratis menukar seragam bilamana dia tumbuh atau rusak. Walau sepertinya bila meminta pakaian baru terlalu banyak, akan berakhir dengan menggunakan seragam yang lain telah kekecilan. Namun, untuk Adele, itu bukan masalah besar.

Pakaian yang dia pakai sampai sekarang cukup rusak jadi dia memutuskan untuk meletakkannya di item box untuk mengawetkannya.

Karna dia tak bisa membawa pakaiannya kembali keruangannya sekali jalan, Adele mambaginya dalam beberapa bagian. Setelah itu dia langsung mengganti menggunakan seragam baru. Menilai untuk pertumbuhan masa depan dan memilih pakaiannya agar agak longgar yang memberikan kesan pada orang-orang bahwa ia adalah orang baru yang imut.

Aku penasaran apakah aku bisa membuat 100 teman!

Sekalipun itu Adele, termasuk kehidupan lamanya, tak memiliki teman, dia memikirkan banyak antisipasi.

Saat dia melihat pada papan pengunguman di sore hari, pembagian kelas telah diumumkan.

Di sore hari, kelas akan dipisah ke dalam daftar untuk berlatih upacara pembukaan. Walau yang sesungguhnya besok. Setelah itu adalah saat kami benar-benar berinteraksi dengan teman kelas baru, pengenalan diri dan seterusnya. Kelas sungguhan akan dimulai minggu depan, setelah hari libur setelahh hari upacara pembukaan.

Seperti yang diduga, Adele berada pada kelas A.

Sejujurnya itu bukan alfabet A namun dari pada huruf pertama dari penulisan dunia ini, anggap saja sebagai “A”

Latihan seperti upacara pembukaan sungguhan pada heri selanjutnya terlewati tanpa sesuatu yang aneh terjadi.

Walau ada beberapa murid yang orang tuanya hadir di upacara, kebanyakan orang tua murid terlalu miskin atau datang dari jauh. Itu atau orang tua mereka sederhananya tak peduli tentang apa yang terjadi pada mereka. Tentu saja Adele termasuk dalam bagian terakhir.

Ada juga bangsawan lokal yang hanya menghadiri upacara pembukaan anak mereka yang berangkat ke Sekolah tingkat lanjut Adorei selagi menahan diri dari hadir di upacara Akademi Ekland tingkat rendah karena akan menjatuhkan nama mereka.

Setelah upacara, kelas dengan cepat di pandu menuju ruang kelas mereka oleh guru wali kelas.

Terbebas dari atmosfir kaku dari repetisi dan upacara, murid-murid akhirnya memiliki kesempatan untuk bercakap satu sama lain.

Antisipasi dan kegelisahan bertarung satu sama lain didalam diri Adele. Bisakah ia mendapatkan teman? Dia tak ingin berakhir seperti yang terjadi di kehidupan lamanya.

 “Aku Abe von Burgess dan aku kan merawat kalian sampai tahun depan. Aku juga akan menjadi pengajar Kelas A untuk tahun kedua sekolah tahun depan, jadi bila ada beberapa dari kamu yang mana berkemampuan akan tertusuk lebih lama. Namun untuk yang gagal pada evaluasi pada akhir tahun akan menjadi perpisahan kita.” 

Guru Pengajar Kelas A berumur 30 tahun, laki-laki bertubuh kokoh.

Dari penampilannya, dia paasti lebih cocok untuk menjadi petualang tingkat menengah dari Guild Pemburu dari pada menjadi guru. Dia terlihat seperti penjahat ramping berpengalaman.

Dan “von’ di namanya mengindikasikan bahwa dia adalah bangsawan. Ini mungkin untuk menjaga gadis bangsawan bodoh yang tak bisa mengerti bahwa tatanan sosial takkan berguna didalam sekolah.

 “Nah selanjutnya, dimulai dari beberapa pengenalan diri. Semuanya dalam urutan, dimulai dari kau”

 “Ya! Aku putra ketiga dari perusahaan dagang Buick, Marcus. Aku dari kota imperial dan bakatku adalah .... ....”

Setelah ditunjuk, anak laki-laki paling kiri dari baris yang depan memulai pengenalan dirinya. Diikuti itu, 30 siswa kelas A, berisi 12 putra dan 18 putri, menyuguhkan pengenalan tradisional berawal dari nama mereka, asal, bakat, hobi, dan tujuan hidup.

Kelas A memiliki banyak cewek dibandingkan cowok karna bangsawan rendah mengrim putra mereka ke sekolah rangking tinggi dan putri mereka ke sekolah tingkat rendah. Ditambah bahwa kebanyakan putra memfokuskan diri pada seni bela diri, jadi mereka kehilangan penilaian para gadis.

Karna Adele memiliki masalah dalam mengingat wajah, dia melotot pada setiap murid yang memperkenalkan diri seperti hidupnya bergantung pada hal tersebut, semua untuk persiapan membuat pertemanan. Murid yang menyadari tatapannya menjadi gelisah dan nerves.

Sementara Adele benar-benar tak menyadari bahwa ini adalah kesalahannya.

 “Aku Kelvin von Barium dan aku bercita-cita menjadi kesatria. Aku bagus menggunakan pedang. Hobiku pertarungan pedang. Tujuanku disekolah ini untuk menjadi lebih kuat.”

Adele merasa cukup terkejut yang mana berbeda dari pengenalan sebelumnya. Namun hanya sedikit. Tentu saja dia benar benar terlupa pada fakta bahwa anak laki-laki yang ia pakai sebagai referensi dalam bagian fisik dalam ujian masuk.

Adele juga tak berhasil menyadari bahwa Kelvin melotot padanya.

Selagi pengenalan berlanjut akhrnya giliran Adele.

 “Namaku Adele. Aku tak punya bakat spesial. Aku hanya seorang gadis biasa yang bisa ditemui dijalan manapun.”

((((Ngapus!!))))

Semua didalam kelas kecuali Adele berteriak dihati mereka.
Kelas telah memiliki harmoni dalam rasa persatuan.

Gadis yang mampu mengeluarkan sihir yang sama dengan sihir yang dikeluarkan gadis yang paling ahli alam sihir, dan tanpa aria.

Seperti juga, gadis ini tidak terburu-buru sebanding dengan putra kelima keluarga baron yang mana kemampuan atletiknya juga diatas normal, selagi juga menahan diri agar tak menghancurkan rekor. Dia telihat tak sadar bahwa ini berarti gestur untuk melindungi kebanggaan pria ini menyerang baliknya, membuat dia(Kelvin) kehilangan muka, terlihat dia(Adele) itu antara orang berkepala kosong atau bengis....

Gadis bangsawan yang lulus ujian telah menyebarkan fakta di kantin dan ruangan berkumpul asrama.
Karna kekurangan pengalaman akting, kebenaran dari percobaan pemalsuan Adele langsung terungkap. Tak bisa dipungkiri bahwa murid yang mengambil ujian sebelum dia adalah yang terbaik dalam areanya. Adele, gagal menyadarinya, percaya bahwa ia tergabung dalam kelas sebagai gadis biasa.

Setelah pengenalan diri dilanjut orientasi. Burgess menyampaikan beberapa bagian informasi penting yang akan diperlukan untuk memulai kelas setelah libur besok. Begitu pula dengan pengenalan sekolah, tata krama dan bagaimana kelas teori dan praktik dilakukan.
Setelah itu dia membebaskan kelas. Hari ini hanya memiliki kelas dipagi hari, dengan sore dan besok akan menjadi hari dimana murid membeli kebutuhan dan menyiapkan peralatan belajar.

Namun itu bukan masalah bagi Adele. Dia akan bekerja besok dan kekurangan uang untuk berbelanja. Barang berharga seperti sabun, buku catatan dan tinta telah digunakan dengan menggunakan pendapatan sebelumnya karena itu disebut barang mewah dan cukup berharga. Dan semenit sudah cukup untuk membeli benda-benda itu.

Gaji hari besok akan disimpan untuk darurat. 2 potong pakaian dalam yang dia ingin beli harus menunggu giliran.

Selagi dia akan berdri selagi berfikir akan hal itu dia dikelilingi oleh gerombolan laki-laki.

 “Apakah kau ingin belanja denganku, Adele-chan?”

 “Ndak, ikutlah denganku, aku tahu banyak toko yang bagus!”

 “Ndak ikut aku ajah!”

Adele dengan segera menguatkan dirinya....

 (Huh? Aku tak sadar membuat petahananku naik namun bukankan tak terlihat meeka akan menyakitiku.... dari pada itu, apakah aku populer? Kenapa memang?) 

Merasakan sesuratu yang aneh, Adele berhenti berfikir akan itu.

Sejujurnya, dia tidak menjadi lebih cantik bila dibandingkan dengan Misato.

Dibandingkan keluarganya yang dikaruniai dengan penampilan orang biasa dalam beberapa generasi, Misato berwajah tajam yang lebih cocok untuk wanita kaya. Penampilannya cukup menarik sehingga takkan aneh bila ia dicari para pencari bakat untuk menjadi model ternama.

Sementara itu wajah Adele kekurangan fitur mencolok selain kesimetrisannya, membuatnya cukup rata-rata. Dibandingkan kecantikan mencolok dia memberikan perasaan ketenangan yang kan menenangkanmu....

Ahh!)

Sekarang Adele mengingat pertunjukan yang dia tonton di waktu lampau.

Jika menunjukkan bahwa jika engkau membagi banyak orang secara acaka kau akan mendapatkan wajah rata-rata kebanyakan cantik.

Namun tak berarti kecantikan yang menggetarkan dunia, namun wajah menggoda yang nyaman untuk semua orang dan mudah diterima, atau begitulah yang dibicarakan.
Membagi mereka, Merata-rata mereka, Mereratakan mereka....

Ini salah besar! Harapku agar menjadi ‘Rerata’. Itu akan berarti menjadi normal, orang tak mencolok yang bisa berampur dengan kerumunan dan tidak memiliki ‘wajah rata-rata’ cantik.

 “Ma-ma’af, aku telah selesai berbelanja!”

Karakter yang tak lahir dari dirinya, Adel yang berwajah merah menggerakkan sesuatu didalam anak laki-lakai yang menyebabkan kompetisi mereka lebih hebat.

 “Bocah, berrhenti disana!”

Dengan segera gadis seperti ketua kelas menghentikan laki-laki, Adlele kabur setelah dengan diam-diam berterimakasih pada gadis itu.

Karena, termasuk kehidupan lamanya, sedikit anak-laki-laki berbicara padanya selain meminta apakah mereka bisa meniru PR-nya, Adele menjadi ngeri.

Setelah kembali keasrama dan mengunci dirinya di kamar mandi, dia menatap pada dirinya sendiri di cermin yang hanya sepotong logam yang digosok.

Dia lebih pendek dari rata-rata dan mewarisi rambut perak ibunya. Kecantikannya tidak sampai mencuri nafas seperti Misato, namun dia memberikan perasaan tenang.

 (... Populer? Aku populer?)

Kesadaran ini menyebabkannya tersenyum jahat.

Murid perempuan yang kembali ke asrama dan melihat senyum itu mengalihkan mata dalam sekejap.
.
.
.
 (Salah, Aku! Aku tak ingin jadi populer! Karena aku ini gadis normal yang mempunyai satu pacar aja sudah lebih dari cukup! Aku tak ingin dikelilingi cowok-cowok sekarang!)

Adele mengusir pikiran aneh menjauh dengan menggelengkan kepalanya.

 (Namun ini aneh, Payudaraku kelihatannya sedikit menuju ke sisi kecil...)

Jika mereka awal berkembang, payudara gadis akan mulai tumbuh pada sekitar umur 7-8 tahun di dunia ini juga. Ketika Misato berumur 8 dia mulai tumbuh, mencapai C-cup pada umur 18. Karna ada beberapa gadis yang telah berisi cukup banyak di kelas barunya, Adele meragukan bahwa dia rata-rata pada aspek ini. Kenapa memang ... ?

 (Aku tidak cukup makan dalam dua tahun sejak ibuku dan kakek meninggal jadi mungkin ini memperlambat pertumbuhanku. Jika sperti ini bukankah aku seperti Elf atau Kurcaci ... jangan-jangan!)

Adele membeku.

Spesies humanoid di dunia ini berisi manusia, elf, dan kurcaci.

Apa jika tuhan langsung menghitung mereka semua sebagai satu ras?


Sekalipun bahwa dia sebenarnya berada dalam rata-rata, dia agak pendek.

Dan payudaranya menolak untuk tumbuh.
Namun, tidak, pasti ndak jadi. Dibandingkan manusia, jumlah elf dan kurcaci lebih sedikit, jadi pengaruh mereka harusnya dihitung kecil.

....normalnya.

Katakan, bila Tuhan tidak mengambil rata-rata dengan normal.

Sebagai contoh jika kau sudah punya rerata manusia, elf dan kurcaci dan inginkan rata—rata dari mereka semua, namun itu terlalu menyusahkan untuk menghitungnya dari kerikil?

Apa bila ada idiot yang hanya mengambil rata-rata dari rata—rata tersebut karena dia tak mau susah?

Tunggu. Waktu Habis! Berhenti!

“Tak boleh jadi!! Pokoknya tak boleh jadi!”

Pikiran tiba-tiba muncul didalam pikiran Adele selagi berjalan kembali menuju ruangannya.

 (Aku bahagia bahwa Orcs dan Goblin tidak dhitung sebagai ras humanoid....)

GanGanGanGanGan!

Adel membenturkan kepalanya terhadap dinding koridor dan hanya bisa dihentikan oleh teman kelasnya setelahnya.



UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
<< | IndeX | >>
*******************************************