Rabu, 23 Agustus 2017

Arge Chapter 31

Terima Kasih sudah datang...


Tl : Zimsakuzai
Source : Estelion Secret Imouto / Imouto Site

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
<< | Index | >>
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

31 - Melewati Hutan



“Arge nee-san, apakah kamu benar-benar harus pergi?”

“Ya, karena aku tak bisa tinggal lama-lama.”

Sebetulnya aku mencari tempat untuk secara tinggal permanen, bukan hanya jangka panjang, dan hutan ini agak tidak cocok.

Disini masih di wilayah Kerajaan, dan Oswald-kun bukan target yang cocok untuk diparasiti.

Jadi hari setelah aku mengusir Chrome-san, kuputuskan untuk pergi, Dalam rangka untuk mencari seseorang yang akan merawatku seumur hidupku.

Aku memukul perut Neguseo-san yang memakai pelana dan tali kekang, dan memanggilnya.

“Kau kelihatan tampan, Neguseo-san” (Arge)

“Yah Mungkin, namun Arge lebih cantik.” (Oswald)

“…” (Arge)

“Ada apa?” (Oswald)

“Tidak, terima kasih.” (Arge)

Sekalipun aku memanggil Neguseo-san, dia tak membalas. Ini buruk.


Pelana dan tali kekang adalah hadiah dari Oswald-kun. Sepertinya itu milik pemburu yang pernah datang sebelumnya.

Barang lain seperti tungku, lentera, petasan, peta dan selimut disimpan di Blood Bag.

Semua yang aku dapatkan adalah milik pemburu gelap ... Walaupun mereka barang yang bisa dibeli, namun sekarang aku memerlukan itu untuk perjalanan, jadi aku dengan senang hati menerimanya. Karena memburu itu pada dasarnya adlah kejahatan, walau kau sampai terbunuh, kau dilarang komplain. Implikasi ini bukan hal yang buruk.

 “Tidak, semua itu hanya barang second-hand, Ma’af Arge nee-san!”

“Tidak, berkatmu aku terselamatkan.”

“Trims!!”

Hewan hutan dan iblis dibelakang Oswald-kun juga menundukkan kepala mereka.

Mereka merasa berterima kasih dan datang kemari untuk melihatku pergi.

Kini terasa alami karna dari sudut pandang mereka, aku telah menyelamatkan hutan. Namun kukira mereka sedikit terlalu berlebihan.

Kemarin, hewan dan Monster datang dari hutan, menyembahku dan memberikan barang seperti hadiah sebagai upeti.

Mungkin Oswald-kun memberitahu mereka. Barang seperti buah, kacang pohon yang bisa dimakan, tanaman obat, dll. Diberikan padaku.

Semuanya aku simpan di Blood Bag.

Dari sudut pandang orang lain, aku terlihat bertangan kosong. Namun sekarang aku telah dengan benar mempersiapkan diri untuk perjalanan panjang.

Air minum juga diambil dalam jumlah yang banyak dari mata air yang digunakan untuk minum. Setidaknya cukup sampai aku meninggalkan negeri, berkat mereka semua, sepertinya tak perlu lagi untuk mengunjungi beberapa kota atau desa.

“Jika aku menuju kesana, Aku akan mencapai perbatasan, benar?”

“Ya! Tepat sekali! Jika kamu menuju arah tersebut, mengikuti jalan raya, kamu bisa keluar dari negara ... Ada prosedur keluar masuk, Arge nee-san kamu pergi diam-diam?”

“Ya, Aku tak ingin jadi mencolok.”

“Kalau begitu, baik-baik saja bila kamu menggunakan jalur gunung, lalu kamu bisa mencapai republik bernama Yotsuba! Hati-hati dengan penjaga perbatasan!”

Tempat yang ditunjuk Oswald-kun, disana ada sebuah gunung. Bukan gunung batu, itu gunung dimana banyak pohon tumbuh. Masih jauh, seperti bukit kecil, namun dari sini bisa terlihat warnanya hijau kegelapan.

Berdasarkan perkataannya, Aku bisa keluar dari negara ini dan memasuki negeri lain. Ayo anggap enteng karena tujuannya cukup jauh.

“Lalu, terimalah ini!”

“… Katana?”

“Ya! Arge nee-san Kufikir akan lebih baik bila engkau punya senjata, Kupilih yang terbaik dari rampasan pemburu.”

“hmm…”

Aku menerima dan mencoba mengayunkannya.

Katana memantulkan sinar matahari dan bersinar menyilaukan, senjata yang pasti dikhususkan untuk membelah.

Pisaunya tajam sekali. Kucoba mengayunkannya dengan ringan pada daun yang jatuh dan membuat sebuah potongan bersih.
“Wow”

“Ada yang salah?”

“Tidak, Ku tak melihat lintasannya.... menakjubkan.”

Aku bermaksud mengayunkannya sekali, namun sepertinya sangat tajam. Kukira itu tidak begitu buruk.

.... Bahkan dunia lain memiliki pedang unik, sebuah katana.

Ini gambaran senjata khas jepang, namun sepertinya ada di dunia lain. Tidak, ada kemungkinan seseorang yang lahir kembali selain aku membawanya dengan cara membuatnya?

Sementara aku melihatnya dan mengeceknya, Aku mendapat katana.

 “Apakah kau tahu apa itu Sihir Kontrak (Artifak)!?”

“Sihir Kontrak (Artifak), ya...?”
Itu nama yang muncul kemarin, ketika menganalisa status Chrome dengan Blood Reading

Oswald-kun sepertinya paham, dari kepribadiannya. Dia menjelaskan.

“Itu alat dengan Kekuatan Khusus, kau bisa mengontraknya dengan memberikan kekuatan sihirmu. Sekali kau telah dikontrak, hanya kontraktor yang bisa memakainya sampai kontraktor mati.

“Hmm ... Begitu .... Apa kemampuan khusus katana ini?”

“Aku tak tahu ... Kelihatannya biasa saja, itu hanyalah katana jika kau tak punya kontrak dengannya, jadi percayalah kau bisa memakainya dengan normal.”

Tidak Khusus, ini? Apakah tak lebih baik tidak merawatnya dengan normal? Akan bermasalah bila kemampuannya aneh.

Aku tak tahu tentang Kemampuan Sihir Kontrak (Arifak) Katana, Jadi kuletakkan katana di Blood Bag

Untuk sekarang jaga-jaga apakah untuk menggunakan katana ini. Sekalipun bila aku menggunakan itu, aku akan menggunakannya sebagai normal katana.

Felnote-san memiliki skill Toll Verification, jadi pasti dia mengetahui sesuatu, namun kutak bisa bergantung pada orang yang tak ada disini.

“Yah lalu, aku kan menjaganya.”

“Arge nee-san! Aku kan jadi lebih kuat!! Lain kali, walau sendiri, Aku masih akan melindungi hutan ini!”

“Begitukah.... lalu, kan kubantu sedikit, hadiah perpisahan untuk persiapan perjalanan.”

“Huh?”

“…Contract of blood”

Aku menggunakan kuku ibu jari memotong jari telunjuk dan membiarkan darah mengalir. Aku letakkan darah yang mengalir ke rambut Oswald-kun dan mengucapkan mantra. Seperti air menodai tanah, darah merendam menuju tubuhnya.

“O, Oh!?”

Dia paham bahwa dia menjadi lebih kuat dibandingkan engan sebelumnya. Karena kami tellah saling terhubung.

Blood Contract. Siapapun yang memberikan darah (Aku) dengan tingkat skillnya untuk meningkat kan kemampuan siapapun yang menerima kontrak (Pelayan). Pelayan tak perlu menjadi seperti vampir, sederhanya hanya meningkatkan kemampuan mereka. Dan aku menjadi Master, aku bisa membuat perintah dengan kekampuan pemaksaan kepada pelayan.

Namun aku tak berencana menggunakan paruh kedua pemaksaan. Yang kulakukan hanya terima kasih sederhana.

... hutan ini juga tempat yang bagus untuk tidur siang.

Tanpa membuat kediaman permanen. Kufikir ini tempat yang bagus untuk datang hanya untuk tidur siang.

Aku akan memintamu melindungi hutan ini yang sempurna untuk tidur siang. Dengan perasaan itu, ini sedikit membantu.

 “ ... Arge nee-san, Terima kasih banyak!!”

Kata terima kasih yang pendek. Ini adalah koneksi yang aku bisa berkomunkasi dengannya tanpa kata terbuang. (Kemampuan telepati Master > Servant)

Dengan ringan mengelus kepala Oswald-kun, yang merendahkan kepalanya sampai bilamana kepalanya akan mencapai tanah. Aku merasa bersalah dan memintanya berhenti.

Partner yang menerima blood contract pikiran mereka tak dikontrol. Kecuali aku memberikan perintah, keinginannya akan dihormati.

Sebenarnya, blood contract tingkat tinggi bisa merenggut sepenuhnya keinginan partner, namun aku tak suka melakukannya.

Hanya terima kasih, Aku hanya berfikir “bagus”.

Hanya yang kuinginkan untuk menyemangatinya untuk melindungi dan memperjuangkan tempatnya sendiri.

Mengelus kepalanya sepanjang waktu, adn kutinggalkan Oswald-kun. Oswald-kun mengangkat wajahnya yang sepertinya telah mengerti bahwa ini tanda perpisahan. Akhirnya dimembuat wajah yang tersenyum cerdik seperti maskot toko daging.

“Good luck”

Sudah lama tidak mengendarai kuda, namun aku ternyata bisa mengendarainya dengan lancar. Sepertinya tubhku mengingatnya.

Duduk senyaman mungkin d pelana, dengan lemah menggiyangkan tali kekang. Sekalipun tanpa sesuatu seperti cambukan pada tali kekang, dia akan bergerak jika ada perintah, dan dia melakukannya.

“Terima kasih, Neguseo-san”

“-san tak dibutuhkan, Neguseo sudah cukup.”

“Begitukah?”

“Ya, kuputuskan tuk menyegarkan diri.”

“Nah.... mohon bantuannya, Neguseo.”

“Ya, serahkan padaku.”

Neguseo berjalan dengan lambat. Banyak Monster, hewan, suara burung dari belakang.

Sekalipun aku bisa mengatakan sesuatu seperti ini, aku sedikit takut, namun aku tak menunjukkannya. (Kehidupan lamanya membuat dia berfikir merendahkan dirinya)

Aku menutup mataka selagi merasakan suara menjauh.

“Apakah kau tidur, Argeno?”

“Nah, Bilang bila kau lelah, Neguseo. Kita akan beristirahat.”

“Ah, baiklah kalau begitu.”

Merasakan nyaman dengan langkah kaki Neguseo dan perasaan bergoyang yang harmonis.

Selagi merasakan aroma angin dan suara yan jauh, aku dengan elan membuat kesadaranku menggelap.

Aku mendapat ccara untuk bergerak dan terasa nyaman. Ini sangat bagus.

Selagi aku puas dengan yang aku dapatkan, kesadaranku menuju mimpiku.

Masih jauh dari perbatasan.

Aku punya banyak waktu untuk tidur.



++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
<< | Index | >>
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||