Rabu, 16 Agustus 2017

14 - I Said Make MY Abilities AVERAGE

Terima Kasih sudah datang...


Tl : Zimsakuzai
Source : Raising The Dead


UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
<< | IndeX | >>
*******************************************


14 – Sekarang Aku Takkan Mati

Beberapa hari setelah dia menggerakkan gigi di ruang kelas, Adele meletakkan upayanya pada kerja paruh waktunya di toko roti.

Toko roti dibuka pada hari libur dikarenakan perasaan professionalitas walau penjualannya tak begitu bagus.

Ini cukup natural sebenarnya. Pada hari libur kebanyakan orang tidak akan bekerja, termasuk ibu-ibu yang kalau tidak bekerja akan bisa memasak tiga kali sehari. Dan walau roti adalah bahan pokok dalam makanan mereka, banyak yang membelinya di hari kerja atau membuat makanan tanpa roti. Jika kau menambhakan seseorang yang bisa memasak roti ketika mereka punya waktu...

Tentu saja, yang mana membeli roti toko roti sebagai makan siang selagi bekerja juga terbatas pada hari libur.

Dikarenakan seluruh fakta tersebut, toko roti tidak menutup tokonya untuk beberapa orang yang memerlukan roti.

Dan ,ya “Penjualannya tak begitu baik” hanyalah masa lalu.

Sejak Adele mulai bekerja disama, penjualannya naik secara lambat, mancapai tingkatan pada hari kerja normal.

Alasannya adalah...

Um, tolong itu satu!

Dengan pipi berwarna merah, murid dari pedagang terdekat menunjuk sepotong roti.

Keimutan Adele ditambah dengannya –untuk dunia ini- tak biasa pelayanan yang akrab membuat bocah yang jomblo berfikir bahwa ‘dia menyukaiku’.

Dan walau, statusnya rendah dibandingkan Adorei, Akademi Ekland masih terpandang oleh warga biasa. Untuk seorang gadis memakai seragam bergengsi itu untuk bekerja di toko roti itu berarti hanya satu. Dikatakan, bahwa dia warga biasa yang sangat berbakat yang masuk menggunakan beasiswa.  Dan sebagai sesama orang biasa, dia berada dalam area dimana kasih mereka masih sampai padanya.

Didepanku adalah gadis pintar dan imut yang bisa memberikan uang dimasa depan. Ditambah lagi, dia selalu tersenyum kepadaku. Menghadapi kesan ini, tak ada bocah yang tak bahagia.

 “Fufufu, Adele-chan adalah anak yang licik....”

Setelah murid itu pergi, wanita manula dari rukun tetangga merayunya.

 “Obaa-chan, apa rumor yang kamu katakan...”

Bahkan walau dia tak memiliki memori indah dengan kakek-nenek dari kehidupan sebelumnya, di dunia ini dia bisa akrab dengan para manula.

 “Seperti yang dia katakan. Begini dan bukan masalah lagi menikahi keluarga bagus dan memiliki tokomu sendiri.”

 “Kamu juga, Jii-chan?”

Pemilik toko roti juga berada di tempat berkumpul untuk manula di hari libur.

Dia ditarget sama kakek-nenek keesepian yang cucu-cucu mereka telah meninggalkan rumah. Namun itu bukan masalah untuk Adele karna dia juga menikmati perkumpulan. Ini juga membantu karna mereka membubarkan pria yang lebih aggresif.

Hanya ada satu hal yang Adele ratapi.

Karna akhir-akhir ini tak ada roti tak terjual ketika dia menutup toko, makan tak ada yang tertinggal untuknya.

Ketika Adele menyelesaikan pekerjaannya hari ini dan berada dalam jalan pulang ke Asrama dia menyadari kerumunan berkumpul di jalan utama.

 “Permisi, bisakah anda memberitahuku apa yang sedang berlangsung?”

 “Ahhh, ya, kereta putri ketiga akan melewati tempat ini. Karna kita mungkin akan melihat sekilas pada yang mulia ini menjadi keramaian ini.

Kita akan beruntung dia akan melambai pada kita.”

Wanita yang Adele tanyai menjelaskan padanya.

Sepertinya putri ketiga jarang meninggalkan istana jadi takada yang banyak melihatnya secara langsung antara warga biasa.

 (Karena aku ada disini mengintip harusnya tak apa. Masih ada waktu yang tersisa pula...)

Adele lalu menggunakan tubuhnya yang kecil, mendesakkan diri ke kerumunan sampai dia mencapai baris pertama.

Tepat setelah dia mencapai baris pertama, konvoi datang di akhir jalan.

Di depan adalah empat pengguna tombak dengan pedang bergantung pada sabuk mereka. Selanjutnya 3 kavaleri dengan lembing. Dibelakang mereka kereta mewah diikuti penyusunan tentara seperti yang didepan.

Karna kereta hanya bergerak secara lambat didalam ibukota, langkah kaki tentara yang paling cocok di paving dan mencegah penyerang diposisikan di depan dan belakang.

Konvoi lambat laun mendekat ke posisinya,  dan ketika tentara kan melewati Adele bocah berumur 5-6 tahun terdorong ke jalan karena kerumunan.

 “Kurang ajar bangsat!”

Tentara di depan, yang mana jalan yang anak itu halangi, mengayunkan tombaknya dan mengenainya dengan ujung tumpul.

Manerima pukulan dengan mutlak di perut, sang bocah terlempar dan sekarang terdampar di tanah diam dan tak bergerak. Karna anak tersebut masih di bagian konvoi, tentara berjalan menuju anak tersebut. Tombaknya disiapkan untuk dengan paksa menghilangkan penghalang.

(... bocah itu bakal tewas!)

Sebelum dia menyadarinya Adele telah meninggalkan kerumunan dan berlari menuju bocah itu.

 (Ini terasa agak familiar...

Sesuatu seperti ini telah terjadi sebelumnya. Akankah aku mati lagi sekarang...)

Dikarenakan menyadari bahaya ini, tubuh Adele tak berhenti dan dia menghalangi bocah dengan tubuhnya. Mengenakan disekelilngnya, Adele dengan kuat menggambarkan.

(Lattice Force Barrier!)

Pling!

Tombak tentara yang diayunkan dengan seluruh kekuatannya dipantulkan kembali oleh dinding semi transparan disekitar Adele.

Lattice Force. Kepaduan Energi yang dikeluarkan ketika atom, molekul, atau ion dalam bentuk gas memadat menjadi atom kristal.

Menginginkan beberapa jenis penghalang, Adele memikirkan sesuatu yang telah ia lihat di anime karena tak mengetahui mengapa itu bekerja. Karena Nanomanchine akan melakukan apapun ketika dia hanya membayangkannya, dia ingin membuat bayangan yang sekuat mungkin yang mencari di ingatannya tentang kemampuan seperti penghalang. Apa yang melintas adalah bentuk “Lattice Energy” yang datang dari buku yang ia baca untuk senang-senang di kehidupan sebelumnya.

Lattice, Kepaduan Energi. Kalimat dengan sifat mem-blok dan menghalangi.

Walau dia tak memiliki ide apapun tentang apa arti tersebut, mereka memberikan perasaan ppada Adele bahwa mereka entah bagaimana akan menahan serangan.

Karena dia memiliki kata Lattice di fikirannya, penghalang tak berbentuk kubah, namun lebih menjadi sesuatu seperti dibuat dari beberapa kaca lurus.

Ap

Meningkatkannya suara kekuatiran, tentara terus menerus memukul ujung tombaknya melawan dinding tak terlihat tanpa hasil.

 “Tenanglah!”

Pada akhirnya satu tentara kavaleri turun dari kudanya dan mendekat.

Menilai dari perlengkapan dan lencana rankingnya diatas tentara. Karena dia menunggangi kuda mungkin dia adalah kesatria...

Kesatria yang telah melihat semuanya dari atas kudanya menusukkan tombaknya kepada Adele. Dengan pisau menghadap padanya.

Pling!

Mustahil…….

(Ini buruk buruk buruk buruk buruk!)

Adale dalam kepanikan total.

Tentu saja bertarung dengan penjaga istana adalah masalah, namun “Lattice Force Barrier” juga masalah besar.

Sihir seperti ini, berdasarkan pengetahuan Adele, sangat tak diketahui di dunia ini.

Sihir untuk membatalkan sihir serangan lain itu ada. Juga sihir untuk meninggikan dinding tanah sebagai perisai melawan pedang dan panah, senilai dengan mantra air dan angin juga ada. Namun sihir yang bisa benar-benar melindungi dari serangan fisik tanpa medium tak pernah tedengar bahkan dari mitos dan legenda.

Jika sihir seperti itu bisa digunakan secara instan, kemenangan dalam pertarungan akan pasti. Karna ketika serangan musuh tak berarti, kamu bisa menyerang mereka terus menerus.

Dia akan dibawa ke istana tanpa ragu jika dia tak melakukan apapun.

... Atau dia akan dieksekusi karena menyerang putri.

 (Ini bencana! Mengeluarkan shirku dan tak sopan dihadapan kelompok putri adalah Malapetaka.

Apa yang bisa kulakukan....)

Selagi menutupi bocah, Adele mati-matian mencoba mencari ide bagus. Namun karna status nervesnya kepalanya kosong.

 “Ka-kau, siapa kau! Setan, atau bahkan Iblis!”

Tidak sadar mengambil langkah mundur, ekspresi ketakutan menjalari wajah kesatria.

 (...Iblis? bahkan dipanggil sebagai setan, apakah itu juga ada... Itu dia!)

Menemukan solusi dari kesulitannya, Adele melepaskan penghalang.

Dengan suara gelas pecah, Latiice Force Barrier berubah menjadi pecahan yang setelahnya menghilang tanpa jejak.

Karena dia bisa dengan mudah menahan dan mencengkram tombak jika ia menggunakan kekuatan aslinya, tak ada bahaya bahkan bila dia melepaskan penghalang.

Adele dengan lambat mulai berdiri, menengok kepada kesatria dengan wajah tanpa ekspresi.

 “Untuk berfikir ada yang kurang ajar meletakkan tangannya pada bejana suci ini!”

「「「Eh?」」」

 “Kubertanya siapa yang kurang ajar menyakiti bejana yang aku tinggali!”

((((Eh?))))

Benar-benar bingung denganapa yang terjadi, tentara, kesatria, dan warga disekitar memberikan ekspresi kebingungan berada di wajah mereka.


UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
<< | IndeX | >>
*******************************************