Senin, 21 Agustus 2017

17 - I Said Make MY Abilities AVERAGE

Terima Kasih sudah datang...


Tl : Zimsakuzai
Source : Raising The Dead

UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
<< | IndeX | >>
*******************************************


17 Dakwaan

Sang Raja, putrinya si Putri Ketiga, juga banyak anggota kebangsawanan hadir di aula audensi istana.

Ketika seluruh audensi telah dilakukan, dan hanya tersisa tentang gadis itu, Morena mengambil tempat disamping Raja dan menyiapkan dirinya.

Awalnya mereka berencana menerima gadis di tempat berbeda dengan hanya sedikit dari mereka yang hadir. Namun karna gadis juga akan berada di sekitar putri di masa depan mereka fikir ini bagus untuk mengenalkannya secara formal di kesempatan ini untuk mencegah masalah dimasa depan dengan anggota kebangsawanan.

 “Viscount Ascham bersama Putrinya, Masuk!”

Dituntun oleh suara pengiring, Viscount dan putrinya Prissy dengan segera masuk ke aula audensi.

Mereka melangkah maju sampai mereka didepan raja, berlutut dan merendahkan kepala mereka.

Pasangan itu membesarkan hati.

Kemarin pembawa pesan dari istana tiba-tiba datang dan memberitahu mereka bahwa “Putri ketiga ingin mengundang putri viscount Ascham ke Istana berharap membuat ikatan dalam pertemanan.”

Teman Putri.

Ini bukan sesuatu yang kecil seperti koneksi ke istana. Ini berarti cara mediasi untuk membuat suaramu didengan pangeran dan bahkan raja. Kemungkinan pangeran mencari Prissy sebagai yang ia suka juga bisa dicapai.

Mereka tak tahu apa poin kenapa putri menyadari mereka. Ini mungkin bahwa harapan yang tak langsung dari pangeran keempat yang masuk sekolah tahun ini...

Dan begitulah, harapan mereka terjunjung tinggi keangkasa.

 “Angkat kepalamu.”

Mengikuti kata-kata Raja. Prissy dan ayahnya menaikkan wajah mereka.

Sang Raja menatap menuju Morena.

Namun wajah Morena menjadi batu dan tak ada kata yang keluar dari mulutnya.

 “Hmmm? Ada apa?”

 “Um, Dimana orang itu?”

 “Eh? Putri Viscount Ascham disebelah sana bukan?”

 “Namun, itu bukan dia...”

Omelan mulai terjadi pada orang yang hadir selagi percakapan antara raja dan putri ketiga buat membuat jelas bahwa kesalahan telah terjadi.

 “Dimana Burgle?”

 “Dia di ruang tunggu sebelumnya sebelum terburu-buru pergi.”

Penjaga terdekat menjawab dengan wajah kesulitaan.

 “Rajaku, Bisakah aku meminta ijin bicara!”

 “Hmm? Count Bonham? Kau boleh berbicara.”

 “Terima kasih, yang Mulia!”

Permintaan tiba-tiba terdengar diantara tamu mengeluarkan minat raja.

Count Bonham mulai menanyai putri Viscount Ascham Prissy.

 “Nona muda, Dimana ibumu sekarang?”

 “Ibu saya ada di Mansion Ascham di dalam Ibukota...”

 “Jadi begitu... Jadi aku benar mengasumsikan rambut emas cantikmu diwariskan oleh ibumu?”

“Y-Yah, benar, ini....”

Walau dia tak mengetahui arti dibaliknya, Prissy dengan patuh menjawab pertanyaan.

Lalu Count Bonham membuat deklarasi kepada Raja.

“Istriku memiliki hubungan baik dengan nona muda Ascham ketika mereka ada di Sekolah Tinggi Adorei. Ketika kami diberitahu sepuluh tahun lalu bahwa dia melahirkan anak perempuan, istriku dan aku mengunjungi kediaman Ascham. Bayi yang mereka tunjukkan padaku memiliki rambut perak lembut dari ibunya...

Dan lalu, tiga tahun lalu ibu tersebut diduga mati dalam insiden. Jadi saya fikir sasuatu tentang situasi sekarang agak aneh...”

 “Sesuatu sepeerti itu tidak terjadi di keluarga kami!”

Prissy tiba-tiba berteriak.

“Anak perempuan istri sebelumnya tak dibutuhkan dari Keluarga Ascham. Itulah kenapa dia diusir dan dilarang menggunakan nama keluarga. Namun...”

Viscount Ascham cepat—cepat menutup mulut Prissy, namun itu sangat terlambat.

 “Itu hak Ayah untuk memperlakukan putrinya sesuai keinginannya. Namun sekarang situasinya agak berbeda.”

Count Bonham melanjutkan kata katanya yang sebelumnya.

 “Seperti yang saya katakan sebelumnya, Istri saya memiliki hubungan biak dengan nona muda Ascham sejak hari-hari mereka di Adorei. Artinya, Viscount menikah ke Keluarga Ascham dan rankingnya yang sekarang. Darah Ascham mengalir tiada di uratnya atau putrinya yang disini. Garis Ascham hanya berlanjut di Putri Istri sebelumnya, seorang anak yang diusir.”
.
.
 “Itu perebutan kekuasaan!”

 “Menguasai kediaman bangsawan! Hanya yang terburuk yang jatuh pada itu!”

“Kejahatan ini harus dihukum dengan Kematian!”

Dakwaan mulai berterbangan di aula audensi.

Viscount Ascham menjadi pucat pasi dan benar-benar kaku.

 “Ada yang ingin kau katakan, Viscount Ascham!”

Bahkan suara raja menjadi keras. Seluruh ruangan menjadi sepi mengharapkan sanggahan Viscount.

Namun Viscount tetap bungkam, bahkan tak mencoba untuk menyanggah dakwaan.

Sejenak setelah kebisuan yang mencekik ini diatur, Pintu Aula terbuka dan Seorang Kesatria masuk ke ruangan.

 “Burgle! Darimana saja kau!”

Membalas kata-kata raja, Burgle mengeluarkan surat tersegel dan mulai menjelaskan.

 “Ketika aku masuk ke ruang tunggu dimana gadis itu harusnya menunggu, yang aku temukan hanyalah gadis yang tak kukenal, jadi aku mengasumsikan kesalahan telah terjadi dan menuju sekolah yang mana gadis itu datangi.

Disana aku diberitahu bahwa gadis itu tak terlihat sejak pagi, meninggalkan hanya empat pucuk surat.

Ketiganya dialamatkan pada teman sekelas atau guru, namun di satu yang ditujukan pada gadis yang aku percayai adalah teman terbaiknya, detailnya telah tertulis.

 “Lalu bacakan isinya.”

Perintah raja selagi melihat surat di tangan Burgle.

 “Seperti yang anda inginkan. Untuk menyimpulkan isinya, dikarenakan dilarang dari menggunakan nama keluarga, seseorang telah muncul dan mencoba mengundangnya ke istana menggunakan namanya. Jika hal tersebut terjadi, dia bakal dibunuh seperti ibu dan kakeknya. Dia mungkin sedang berada dalam perjalanan namun dia akan tinggal di beberapa desa dan hidup dengan tenang disisa hidupnya, jadi mereka tak perlu khawatir tentangnya.”

 “Dibunuh seperti Ibunya dan kakeknya, kau bilang!?”

Orang yang membalas sahutan raja adalah Count Bonham.

 “kepala sebelumnya dari keluarga Ascham bersama putirnya dibunuh oleh bandit, namun anehnya, yang tersisa hanyalah insiden yang alami di negara. Dan aneh atau tidak, Viscount Ascham dan istrinya, namun kombinasi jarang antara istrinya dan kepala sebelumnya dari keluarga. Benar-benar kesepatan.

Istri saya telah memberikan keraguan sebelumnya, namun saya tak bisa begitu saja menuduh bangsawan lain tanpa bukti, jadi dia terus menerus menyuarakan ketidaknyamanannya...”

Wajah Viscount Ascham yang telah seputih kapur dan menjadi salju putih.

 “Lempar keduanya ke dungeon! Kirim tentara ke kediaman Viscount untuk menangkap istrinya. Dikarenakan kematian kepala keluarga sebelumnya dan putrinya akan diinvestiasi ulang dan semua yang terhubung akan dibongkar. Siapapun yang bersalah menerima uang sogok atau tidak melakukan tugasnya dengan benar akan diadili sebagai kaki tangan.

Sampai kepala yang berhak bisa mengambil kembali hak teritori Ascham, hakim istana akan melakukan administrasinya.

Burgle, cari kepala yang berhak. Kaki anak kecil tak mungkin membuatnya cukup jauh, membuat jarak setengah hari. Aku tak apa kau menggunakan banyak pria untuk pencarianmu. Tangkaplah ia dengan lemah lembut.
Itulah perintahku!!”

Mengikuti arahan jelas raja, orang menyatukan diri keluar aula audensi.

Bangsawan yang hadir sedikit terkejut dengan perintah cepat dan akurat dari raja tenang mereka, namun menemukan diri mereka berfikir bahwa raja mereka bisa dipercaya saat diperlukan.

Namun tak ada yang menyadari bahwa raja lebih tak stress dari pada sebelumnya....

Setelah bangsawan sisanya juga meninggalkan aula audensi..

 “Ayahanda, orang itu....”

 “jangan katakan...”

Sang Raja mengarahkan kepalanya untuk merespon pertanyaan putri.

 (Aku berharap padamu Burgle, cari gadis itu...)

=======================================================

12 hari sesudahnya di kota provinsi negara jauh dari tanah kelahirannya.

Bangunan olahraga dengan tanda pedang, tombak dan tongkat bersilangan diatas perisai.

... ini bukanlah studio pandai besi atau toko senjata.

Ya, bangunan ini adalah “Guild Pemburu.”

Dan didepannya berdiri seorang gadis.

Dompet yang dihadiahkan padanya berisikan jumlah mengagumkan sekitar 3 koin emas, yang mana ia gunakan untuk membeli satu set pakaian juga sepatu kulit dan plat armot kulit.

Melengkapi perlengkapannya adalah pedang murah bekas yang dia ambil dari tong karena tawar-menawar harga.

Karena gadis ini bisa dengan mudah menghancurkan pedang normal jika dia serius, dia tak punya pilihan untuk menjewernya sedikit.

Berkenaan dengan tinggi badannya, dia telah membeli pedang agak pendek, dan memerintahkan nanomanchine untuk menguatkannya dengan bijih besi yang dia gali dari tepi sungai. Bijih besi adalah bahan pembuatan Tamahagane, baja pedang tradisional yang digunakan untuk pedang jepang.

 (Tolong buat ini menjadi pedang yang takkan hancur atau tergores dengan mudah. Dengan sisi potong yang memilki ketajaman normal. Aku meninggalkan masalah seperti isi optimal karbon padamu. Juga,bila ada bijih hebat seperti, mithril, adamantium, orichalcon atau scarletite, Aku tak masalah bila kau menggunakan mereka semua. Hanya buat itu terlihat seperti pedang normal)
.
.
.
Hasilnya adalah pedang misterius.

Karakter aslinya, bahkan gadis itu pun tak tahu.

Dia tak membuat barang tersebut dari kerikil karna akan menyusahkan memikirkan tentang pegangan atau sarung pedang dan mendapatkan bahan-bahannya, dan tentu saja, membuatnya menjadi terlihat seperti pedang normal.

Persiapannya untuk perburuan monster selesai.

Lalu gadis itu membuka pintu Guild Pemburu dan masuk.

Untuk menjadi “Absolute Average Hunter.”


UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
<< | IndeX | >>
*******************************************